Sejarah

          Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) adalah salah satu Fakultas di lingkungan Universitas Tadulako. Fakultas ini sebelumnya merupakan salah satu fakultas pada Universitas Tadulako dengan status “TERDAFTAR” berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 94/B-SWT/P/64 tanggal 12 September 1964 dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Hayat dan Pendidikan.

          Dalam perkembangan selanjutnya, Universitas Tadulako terpecah menjadi dua Perguruan Tinggi yang masing-masing berstatus cabang, yakni Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP (Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan) Nomor 1 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966 dan IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Makassar Cabang Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP (Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan) Nomor 2 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966. IKIP itulah yang kemudian diproses menjadi FKIP.

          IKIP Makassar Cabang Palu yang sebelumnya hanya terdiri dari dua Fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Umum dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta Jurusan Ilmu Hayat, dengan Surat Keputusan Rektor IKIP Makassar tanggal 15 April 1967, N0.092/pend/IKIP/67. Kemudian pada tanggal 26 Maret 1968 dengan Surat Keputusan Rektor IKIP Makassar N0. 246/Educ/1/IKIP/3/68, pada dua Fakultas tersebut, ditambah lagi masing-masing satu Jurusan. Pada Fakultas Ilmu Pendidikan ditambah Jurusan Pendidikan Sosial (PS) dan pada Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta ditambah dengan Jurusan Ilmu Pasti (Matematika).

Dengan demikian sejak tahun 1968 IKIP Makassar Cabang Palu memiliki tiga buah fakultas dan enam jurusan masing-masing sebagai berikut:

  1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dengan Jurusan:
    • Pendidikan Sosial
    • Pendidikan Umum
  2. Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS), dengan Jurusan:
  • Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris

3. Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE), dengan Jurusan:

  • Pendidikan Ilmu Pasti (Matematika)
  • Pendidikan Ilmu Hayat (Biologi)

   Setelah melalui perjalanan dan perjuangan yang panjang selama bertahun-tahun, dengan dukungan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan), pihak Universitas Tadulako Cabang UNHAS dan IKIP Ujung Pandang (sekarang Universitas Negeri Makassar) Cabang Palu secara sendiri-sendiri telah melakukan berbagai upaya penataan akademik, administrasi, dan penyediaan prasarana dan sarana yang dibutuhkan dalam mengefektifkan upaya mewujudkan satu universitas negeri yang berdiri sendiri.

Pada tanggal 11 November 1975, oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah, dibentuklah panitia “Integrasi Perguruan Tinggi di Sulawesi Tengah” yang diketuai oleh Kepala Bappeda Propinsi Sulawesi Tengah yaitu bapak Drs. Azis Larekeng. Pada waktu itu pula kedua Pimpinan Perguruan Tinggi tersebut (UNTAD Cab. UNHAS) dan (IKIP Ujung Pandang Cab. Palu), setelah melalui musyawarah dan mufakat di Palu menandatangani suatu pernyataan kebulatan pendapat mendukung kebijaksanaan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah Untuk membentuk suatu lembaga Perguruan Tinggi Negeri yang berdiri sendiri.

         Bulan April tahun 1976, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi kala itu Prof. Dr. M.Makagiansar bersama rombongan datang ke daerah Sulawesi Tengah untuk melihat dari dekat potensi yang ada pada kedua Perguruan Tinggi tersebut, untuk dijadikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang berdiri sendiri.

         Pada tanggal 16 Pebruari 1980, Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Dodi Tisna Amidjaja, bertempat di ruang sidang DPRD Tingkat I Sulawesi Tengah, melantik anggota koordinator Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah yang terdiri dari:

  1. Drs. Madukallang Fatta, sebagai wakil ketua I Bidang Edukasi (Pendidikan).
  2. Drs. R.E. Nainggolan, sebagai wakil ketua II Bidang Administrasi dan keuangan.
  3. Drs. Max Rumampuk, sebagai wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan.
  4. Drs. M. Daris Mattoreang, sebagai wakil ketua IV Bidang Penelitian. Drs. Syamsuddin Hi. Chalid, sebagai wakil ketua V Bidang Pengabdian Masyarakat.
  5. Drs. Amir Bahri Ali, sebagai wakil ketua VI Bidang Perencanaan dan Pengembangan.

         Pada tahun 1981 atas fasilitas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah membentuk Koordinator PTST (Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah) yang diketuai oleh Gubernur Sulawesi Tengah dengan enam orang wakil ketua yang berasal dari Universitas Tadulako cabang UNHAS sebanyak tiga orang dan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu sebanyak tiga orang.

        Dengan kerja Koordinator PTST dan atas dukungan masyarakat Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah, Rektor UNHAS, Rektor IKIP Ujung Pandang serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, akhirnya status cabang kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut ditingkatkan menjadi Universitas Negeri yang berdiri sendiri, dengan nama UNIVERSITAS TADULAKO yang disingkat UNTAD sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1981 tanggal 14 Agustus 1981.

          Setelah menjadi universitas negeri yang berdiri sendiri, UNTAD dibagi menjadi lima fakultas: 1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; 2) Fakultas Ekonomi; 3) Fakultas Pertanian; 4) Fakultas Hukum; dan 5) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) pada saat itu terdiri dari empat jurusan dan delapan program studi, yaitu:

  1. Jurusan Ilmu Pendidikan, dengan program studi:
  • Pendidikan Luar Sekolah
  • Pengembangan Kurikulum.

2. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, dengan program studi:

  • Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Bahasa Inggris.

3. Jurusan Pendidikan Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dengan program studi:

  • Pendidikan Biologi
  • Pendidikan Matematika

4. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, dengan program studi:

  • Pendidikan Moral Pancasila
  • Pendidikan Sejarah.

          Dalam perkembangan selanjutnya sampai sekarang ini, FKIP UNTAD telah memiliki empat jurusan dan 13 program studi.

        Laju perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang cepat dan adanya globalisasi di berbagai bidang, mendorong FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UNTAD (Universitas Tadulako) menyiapkan diri untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Untuk mewujudkan harapan itu, FKIP memerlukan suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada KPPTJP (Kerangka Pengembangan Perguruan Tinggi Jangka Panjang) dengan pola pendekatan manajemen Paradigma Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi yang telah digariskan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

          Paradigma Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi dapat dijabarkan sebagai berikut.

  1. Kualitas berkelanjutan yang dilandasi kreativitas, ingenuitas dan produktivitas pribadi civitas akademika didukung oleh pola manajemen yang berazaskan otonomi.
  2. Hasil dan Kinerja Lembaga selalu mengacu pada kualitas yang berkelanjutan dan sadar mutu
  3. Otonomi Lembaga selalu didasarkan pada adanya akuntabilitas atau pertanggungjawaban mengenai penyelenggaraan, kinerja dan hasil yang diberikan oleh Lembaga.
  4. Hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang andal dan sahih mengenai penyelenggaraan, kinerja dan hasil, diaktualisasi melalui proses akreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi).
  5. Tindakan manajerial utama yang melandasi pengambilan keputusan dan perencanaan selalu dari hasil evaluasi diri secara terus menerus.

          Segenap civitas akademika dan staf administrasi di FKIP UNTAD telah berupaya untuk memahami konsep paradigma baru perguruan tinggi ini. Konsep ini selanjutnya digunakan sebagai landasan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

          Sesuai dengan fungsi perguruan tinggi itu, FKIP UNTAD diharapkan dapat menghasilkan lulusan (manusia terdidik), ilmu pengetahuan baru (hasil penelitian), dan jasa pembangunan masyarakat (hasil pengabdian kepada masyarakat). Untuk memenuhi harapan itu, visi, misi, dan tujuan baik di tingkat fakultas, jurusan, maupun di tingkat program studi telah ditetapkan dengan mengacu pada visi, misi, dan tujuan FKIP UNTAD.

Bagikan